Bagian termudah adalah mengajukan beasiswa. Bagian yang menantang adalah apa yang terjadi selanjutnya – wawancara.
Jangan khawatir jika prospek harus membuktikan diri kepada orang asing membuat Anda berkeringat dingin. Anda tidak sendirian. Pertemuan tatap muka bisa membuat siswa gugup, terutama ketika beasiswa dipertaruhkan.
Berikut 5 tips untuk membantu Anda sukses dalam wawancara beasiswa.
1) Mulailah merencanakan jauh-jauh hari.
Mulailah dengan berlatih memperkenalkan diri dan memikirkan beberapa poin penting tentang diri Anda. Pertimbangkan kemampuan, minat, dan pengalaman unik apa pun yang pernah Anda miliki.
Selanjutnya, cari tahu sebanyak mungkin tentang penyedia beasiswa, termasuk sifat bisnis, misi dan visi, para pemimpin kunci, berita terkini, dan sebagainya. Untuk membuat sponsor terkesan, Anda perlu menunjukkan bahwa Anda telah meluangkan waktu dan upaya untuk mempelajari tentang mereka dan produk mereka.
Jangan lupa berlatih menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut yang umum ditanyakan selama wawancara:
Apa saja kelebihan dan kelemahan terbesar Anda?
Dalam lima atau sepuluh tahun ke depan, di mana Anda melihat diri Anda berada?
Mengapa Anda memilih program studi, gelar, atau universitas tertentu ini?
Mengapa kamu berpikir kamu pantas mendapatkan ini?
Bagaimana Anda telah memimpin atau menunjukkan kemampuan kepemimpinan?

Selain itu, Anda mungkin diminta untuk menjelaskan topik yang diberikan kepada Anda selama beberapa wawancara. Topik tersebut dapat berkisar dari peristiwa terkini hingga pilihan gaya hidup, sehingga sulit untuk diprediksi. Berusahalah sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri dengan membaca berita dan membentuk opini tentang berbagai topik.
2) Ciptakan kesan pertama yang baik dengan berpenampilan dan berpakaian rapi.
Jika Anda ingin memberikan kesan yang baik, sangat penting untuk berpakaian sesuai dengan kesempatan tersebut, suka atau tidak suka. Agar pewawancara merasa yakin bahwa mereka sedang berbicara dengan seseorang yang serius dan menghormati orang lain, mereka perlu melihat bahwa kandidat telah berpakaian dengan pantas.
Jika ada aturan berpakaian yang ditentukan, patuhi dan jangan melanggarnya. Pakaian formal atau bisnis terdiri dari kemeja berkerah yang dikancingkan (jangan digulung lengannya) dan celana panjang berwarna gelap (bukan jeans, baik ketat maupun tidak!) atau rok selutut. Jangan berlebihan dengan warna-warna neon terang dan desain yang mencolok, dan pastikan sepatu Anda dalam kondisi baik sebelum memakainya.
Ingatlah untuk merawat diri Anda juga, pastikan rambut Anda rapi dan tertata. Lepaskan tindik yang tidak perlu, hindari bau rokok, dan bawalah sebungkus permen penyegar napas.
3) Pastikan Anda tiba tepat waktu.
Terlambat adalah satu-satunya hal yang lebih buruk daripada berpakaian buruk. Kegagalan untuk datang tepat waktu menciptakan kesan bahwa Anda ceroboh, tidak bertanggung jawab, dan tidak cakap dalam manajemen waktu.
Rencanakan rute Anda sehari sebelumnya, perhatikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tujuan. Pastikan Anda mempersiapkan diri untuk keadaan yang tidak terduga seperti kemacetan lalu lintas dan masalah parkir. Idealnya, datanglah setengah jam lebih awal, karena Anda mungkin membutuhkan waktu untuk menemukan ruangan tempat wawancara akan berlangsung.
Jika Anda akan terlambat, hubungi pewawancara untuk memberi tahu mereka agar mereka tidak perlu menunggu.
4) Berhati-hatilah dengan tindakanmu.
Sangat penting untuk menjaga sikap tenang dan terkendali sepanjang wawancara, meskipun Anda diliputi kecemasan. Hindari gelisah, menggigit kuku, atau menggerakkan kaki ke atas dan ke bawah selama presentasi.

Hal terpenting yang perlu diingat adalah menjaga kontak mata dengan pewawancara. Mohon jawab pertanyaan dengan jelas dan ringkas, dan hindari penggunaan kata-kata seperti "uhm" dan "ahh" yang berlebihan.
Jika Anda membutuhkan beberapa detik tambahan untuk berpikir sebelum menjawab pertanyaan, cobalah mengatakan, “Itu poin yang sangat bagus.” “Maaf, saya tidak yakin apakah saya memahami Anda dengan benar,” Anda dapat berkomentar sebagai cara untuk mengkonfirmasi atau mengklarifikasi. “Apa sebenarnya maksud Anda…?”
Yang terpenting, bersikaplah tulus. Pewawancara mencari kejujuran, jadi jangan mengaku sebagai pemimpin regu pramuka jika Anda belum pernah ke perkemahan. Melebih-lebihkan prestasi Anda adalah satu hal; berbohong tentang hal itu adalah hal yang sangat berbeda.
5) Terakhir namun tak kalah penting, jadilah diri sendiri.
Memang, membuat orang asing terkesan mungkin agak sulit. Tetapi, pada akhirnya, penting untuk tetap menjadi diri sendiri. Fakta bahwa Anda diundang untuk wawancara menunjukkan bahwa Anda telah cukup membuat mereka terkesan sehingga mereka ingin mengenal Anda lebih jauh.
Berpikir, berbicara, dan bertindaklah seolah-olah Anda adalah kandidat terbaik untuk beasiswa tersebut setiap saat!