Bagaimana jika anak Anda memilih untuk mengambil cuti setahun dari perguruan tinggi atau universitas? Bagus sekali! Agar siap menghadapi kemungkinan yang bisa terjadi pada anak Anda dan diri Anda sendiri, Anda harus mempersiapkan diri sepenuhnya sekarang. Berikut adalah uraian singkat tentang konsep tahun jeda (gap year), serta manfaat dan kekurangan yang perlu Anda ketahui sebelum mengambilnya.
# Pertama-tama, apa sebenarnya Gap Year itu? Mengapa begitu populer?
Untuk mengejar minat lain di luar kehidupan, studi, atau pekerjaan sehari-hari, seseorang mengambil cuti setahun.
Meskipun tidak banyak digunakan di Malaysia, Kementerian Pendidikan Tinggi telah meluncurkan Inisiatif Gap Year pada bulan September 2017, yang memungkinkan mahasiswa sarjana untuk mengambil jeda satu tahun di antara gelar mereka.
Idris Jusoh, Menteri Pendidikan Tinggi pada saat itu, menyatakan bahwa mahasiswa yang tertarik untuk berpartisipasi dalam program tersebut memiliki berbagai kemungkinan. Hal ini karena Kementerian telah menetapkan tiga program jeda studi (gap year) yang berbeda yang dapat diikuti oleh mahasiswa.
Gap Year National Service Volunteerism, Gap Year Volunteerism, dan Gap Year Volunteerism adalah tiga program berbeda (secara umum).
# Apa saja program-program ini, dan mana yang terbaik untuk anak Anda?
Program Gap Year National Service Volunteerism memungkinkan siswa untuk menghabiskan satu tahun di Angkatan Bersenjata Malaysia (MAF), Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) atau Pasukan Pertahanan Sipil Malaysia (APM).
Program ini ideal untuk siswa yang senang menjadi sukarelawan dan berpartisipasi dalam kegiatan komunitas. Siswa dapat bekerja sama dengan lembaga pemerintah termasuk Islamic Relief Malaysia, Departemen Kesejahteraan Sosial, dan Departemen Pengembangan Orang Asli.
Gap Year (secara umum) mungkin merupakan pilihan paling tepat bagi siswa yang ingin menghabiskan tahun tersebut untuk mengejar minat mereka seperti olahraga, pekerjaan, wisata, dan lain sebagainya.
Program "gap year" populer di Inggris dan Amerika Serikat, di mana siswa mengambil cuti setahun setelah sekolah menengah untuk bepergian atau bekerja sebelum memulai kuliah. Skema ini, yang dimulai pada September 2017, hanya berlaku untuk mahasiswa sarjana yang telah menyelesaikan setidaknya tahun pertama studi mereka.
# Mengapa mengambil cuti setahun?

Anda mungkin ingin anak Anda mengambil cuti kuliah selama setahun karena beberapa alasan. Siswa biasanya melihatnya sebagai cara untuk mendapatkan pengalaman profesional atau pribadi, mencapai tujuan, atau mengeksplorasi minat pribadi. Jika anak Anda mempertimbangkan untuk mengambil cuti kuliah selama setahun, pertimbangkan dengan cermat manfaat dan kekurangannya.
Cuti setahun (gap year) sebaiknya direncanakan untuk membantu siswa berkembang secara pribadi dan intelektual, berkontribusi pada tujuan yang baik dan memperoleh kesadaran global, serta membangun jiwa kewirausahaan, kedewasaan, komitmen, dan kemandirian di luar pendidikan formal.
Berikut beberapa alasan untuk mengambil cuti setahun:
-
Membuat uang
Mereka mungkin memilih untuk mencari pekerjaan paruh waktu sebelum melanjutkan pendidikan, karena keamanan finansial akan memungkinkan mereka untuk menikmati kehidupan mahasiswa sesuai keinginan mereka. Pergi ke kafe mewah bersama teman-teman atau melakukan perjalanan darat tidak akan menjadi masalah jika mereka tahu mereka mampu membiayainya.
-
Jalinlah hubungan yang baik.
Selama masa jeda studi, siswa kemungkinan akan bertemu orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat. Ini mungkin termasuk kontak untuk peluang karier dan referensi, atau sekadar teman di luar negeri untuk menumpang tinggal jika mereka kembali ke rumah nanti.
-
Jalin pertemanan di seluruh dunia

Tinggal dan bekerja bersama penduduk setempat selama masa jeda studi dapat membantu siswa mengembangkan pengetahuan yang lebih mendalam tentang beragam budaya dan pandangan. Siswa akan bertemu orang-orang baru dan, jika cocok, mungkin akan menjalin persahabatan yang langgeng.
-
Pengembangan dan pelatihan
Selama masa jeda studi, siswa dapat mengembangkan kemampuan yang dapat ditransfer yang akan mengesankan petugas penerimaan universitas dan calon pemberi kerja. Mengorganisasi, berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan mengelola anggaran adalah beberapa kemampuan penting tersebut.
-
Tantang dirimu sendiri
Memang benar bahwa mahasiswa itu berani. Banyak mahasiswa memilih mengambil cuti kuliah untuk menantang diri sendiri, keluar dari zona nyaman, menghadapi fobia, dan mencoba hal-hal baru. Misalnya, mereka mungkin memutuskan untuk melakukan pendakian hutan, mendaki gunung untuk amal, menjadi sukarelawan di negara berkembang, atau menyelam.
-
Beristirahatlah sejenak antara sekolah dan kuliah.

Beristirahat sejenak sebelum memulai pekerjaan dapat membantu anak-anak merasa segar dan bersemangat. Menurut beberapa universitas luar negeri, mahasiswa yang mengambil cuti kuliah (gap year) kembali lebih dewasa dan siap untuk belajar sendiri. Cuti kuliah dapat membantu anak Anda mendapatkan kembali konsentrasi, kejernihan pikiran, dan motivasi untuk melanjutkan program studinya.
-
Pelajari keterampilan hidup baru.
Ini dapat mencakup mempelajari bahasa asing, menjadi instruktur olahraga petualangan, meningkatkan keterampilan IT, atau mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (TOEFL).
-
Membuat perbedaan
Banyak siswa memandang tahun jeda mereka sebagai kesempatan untuk membantu secara lokal atau internasional. Siswa juga merasa perlu mengambil tahun jeda sebelum terlalu banyak tanggung jawab mengikat mereka di satu tempat setelah memasuki dunia kerja.
# Kekurangan dari tahun jeda
Meskipun mengambil cuti setahun memiliki banyak keuntungan, hal itu juga memiliki beberapa kerugian.
Beberapa kekurangan dari mengambil cuti setahun bagi anak Anda antara lain:
- Mengorganisir dan melaksanakan kegiatan selama masa jeda kuliah bisa memakan biaya yang besar.
- Anak Anda mungkin sakit atau terluka saat bepergian. Perjalanan jangka panjang bisa sulit dan tidak nyaman, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dapat menguras emosi.
- Mereka mungkin merasa waktu istirahat mereka terlalu menarik/mengalihkan perhatian dan memutuskan untuk tidak kembali ke sekolah.
- Kemampuan belajar mereka mungkin telah menurun, sehingga menyulitkan mereka untuk beradaptasi dengan kehidupan sekolah. Terutama siswa matematika atau fisika mungkin mengalami hal ini.
- Beberapa sekolah tidak menyukai siswa yang mengambil cuti setahun, terutama jika mereka tidak mencapai cukup banyak hal positif selama tahun cuti mereka.
- Mereka mungkin saja tidak mendapatkan pengalaman yang diinginkan.

Mengambil cuti kuliah (gap year) memiliki manfaat dan kerugiannya. Jadi, sebagai orang tua, Anda harus berdiskusi dengan anak Anda apakah mengambil cuti kuliah akan membuat mereka lebih fokus dan termotivasi untuk mencapai cita-cita mereka. Pada akhirnya, keputusan ini akan lebih memengaruhi mereka daripada Anda.